Senin, 28 April 2014 09:10 WIB
Tidak selamanya kesamaan melahirkan solidaritas. Ada banyak hal
lain yang dipertimbangkan sebelum seseorang menjatuhkan pilihan. Begitu
pula halnya dalam pesta demokrasi yang baru saja dihelat. Panggung
politik kali ini menawarkan kuota hingga 30 persen caleg dari kalangan
perempuan. Lalu kepada siapa para pemilih perempuan mempercayakan
wakilnya?
“Untuk DPRK saya memilih caleg perempuan, sementara untuk DPRA dan DPD RI saya memilih caleg laki-laki. Persoalannya bukan karena mereka lak-laki atau perempuan, tapi lebih karena saya sudah mengenal baik caleg pilihan saya dan menemukan figur pemimpin pada diri mereka,” ujar Nur Afni (25), warga Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Namun diakuinya jika perempuan caleg lebih bisa menampung aspirasi kaum perempuan. Inilah nilai lebih caleg perempuan di mata Afni. Sementara Fitriana (28), warga Desa Geuceu Kompleks Kecamatan Banda Raya, mengaku memilih caleg laki laki baik untuk tingkat DPRK, DPRA, dan DPD RI.
“Kalau untuk kerja di luar rumah apalagi di bidang politik laki laki lebih kuat dan tangguh. Alasannya mereka memang terlahir sebagai pemimpin, seperti di Rumah Tangga. Sedangkan kalau perempuan kan tidak bisa maksimal karena tugasnya sebagai ibu rumah tangga,” kata dia. (*)
“Untuk DPRK saya memilih caleg perempuan, sementara untuk DPRA dan DPD RI saya memilih caleg laki-laki. Persoalannya bukan karena mereka lak-laki atau perempuan, tapi lebih karena saya sudah mengenal baik caleg pilihan saya dan menemukan figur pemimpin pada diri mereka,” ujar Nur Afni (25), warga Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
Namun diakuinya jika perempuan caleg lebih bisa menampung aspirasi kaum perempuan. Inilah nilai lebih caleg perempuan di mata Afni. Sementara Fitriana (28), warga Desa Geuceu Kompleks Kecamatan Banda Raya, mengaku memilih caleg laki laki baik untuk tingkat DPRK, DPRA, dan DPD RI.
“Kalau untuk kerja di luar rumah apalagi di bidang politik laki laki lebih kuat dan tangguh. Alasannya mereka memang terlahir sebagai pemimpin, seperti di Rumah Tangga. Sedangkan kalau perempuan kan tidak bisa maksimal karena tugasnya sebagai ibu rumah tangga,” kata dia. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar